Sebelum haji, umumnya kita akan melalui apa yang dinamakan dengan manasik haji. Apa sebenarnya manasik Haji dan apa juga yang dinamakan Kloter dll? Simak di posting ini.
Kebetulan, saya ikutan dengan salah satu KBIH (Kelompok Bimbingan Haji) sehingga setiap Sabtu, saya dijadwalkan mengikuti manasik Haji tersebut. Kegiatan ini umumnya berlangsung 3-6 bulan sebalum pemberangkatan Haji.
Kegiatan manasik haji sebenarnya merupakan kegiatan setengah hari yang umumnya diisi dengan ceramah dan pemberian ilmu berhaji. Baik yang terkait dengan hajinya langsung maupun seputar kehidupan di Arab nantinya.
Kegiatan manasik ini akan diakhiri dengan praktek haji (biasa, nyoba thawaf di model Ka’bah, Sa’I dan lontar Jumrah).
Kalau saya kebetulan dapetnya di Zeni di daerah Ujung Berung. DI sana bener-bener kita nyobain thawaf, sa’I dll bersama dengan seluruh jamaah haji dari Jawa Barat.
Pada saat itu saya baru nyadar, bahwa kita sama sekali tidak bisa mengandalkan pembimbing haji saat melakukan ibadah nantinya. Kenapa? Karena sangat crowded. Bayangkan saja nantinya seluruh duni akan berkumpul di Arab untuk melaksanakan ibadah haji. Itu kira-kira berjumlah 2-3 juta orang. Can you imagine?
Jadi saat itulah saya yang semula tidak terlalu memperhatikan bagaimana pelaksanaan ibadah haji, langsung bertekad bulat, mempelajari semaksimal mungkin ilmu berhaji dengan sisa waktu yang tersedia.
Waktu itu juga saya baru tahu bahwa ternyata tidak semua orang ikutan KBIH seperti saya, nah yang tidak ikut ini biasanya nanti akan ditumpangkan dengan KBIH yang ada. Keuntungannya adalah mereka tidak perlu membayar lagi biaya KBIH yang berkisar antara 2,5 – 7,5 juta per orang. Namun tentu saja mereka nantinya harus benar-benar mengerti bagaimana melaksanakan ibadah haji sendiri termasuk menjalani kehidupan sehari-hari di sana.
Saran saya, jika ini kali pertama anda berhaji, gunakan jasa KBIH. Kalau sudah pernah, mungkin anda bisa mempertimbangkan untuk melakukannya sendiri tanpa harus join KBIH manapun.
Nah bagi yang belum tahu, saya jelaskan di sini struktur pengorganisasian ibadah haji. Biar pada ngeh, apa tu Kloter, Rombongan dll.
Seperti mungkin sudah anda ketahui, Jumlah jamaah Haji Indonesia itu sekitar 200 rb orang. Jumlah sebesar itu tentu saja tidak mungkin diangkut dalam sehari dari Indonesia ke Arab. Untuk itu pemberangkatan haji di kelompokkan dalam sebuah rombongan tang terdiri dari 450 orang yang disebut dengan Kloter (Kelompok Terbang). Jumlah itu sesuai dengan daya tampung sebuah pesawat Boeing 747 yang biasanya digunakan untuk mengangkut jamaah haji dari Indonesia. Stiap kloter nanti akan dipimpin oleh seorang Ketua Kloter dan petugas haji (dokter dll, yang totalnya berjumlah 5 orang).
Nah, 1 kloter itu nanti akan terbagi menjadi 10 rombongan yang masing-masing berjumlah 45 orang. Masing-masing rombong akan dipimpin oleh 1 orang Ketua Rombongan. Nah ketua rombongan ini adalah Pembimbing ibadah haji dari KBIH yang kita gunakan.
Untuk mempermudah tugas ketua rombongan, maka setiap rombongan dibagi menjadi 4 regu yang masing-masing terdiri dari 11 orang.
Setiap regu dipimpin 1 orang ketua regu yang dipilih dari 11 orang tersebut. Bagi yang terpilih jadi ketua regu, nanti ada insentif khusus yang diberikan berupa uang di embarkasi haji.
Berikutnya, saya akan posting tentang perjalanan dari Bandung ke Embarkasi Haji di Bekasi. Stay tuned.
Manasik Haji, Apaan Tuh?
Diposting oleh
adhipraz
tanggal
Saturday, January 10, 2009
4
komentar
Label: Apaan tuh .., Haji
Pengalaman naik Haji
Akhirnya, kembali juga ke tanah air setelah menunaikan ibadah haji 1429 H atau tahun 2008 ini. Posting berikutnya saya akan menceritakan mengenai kehidupan sehari-hari di sana.
Bagi saya yang mengikuti haji biasa, semula berpikir ngapain aja tuh hampir 40 hari di arab? Padahal kan ibadah hajinya hanya memakan waktu kurang dari seminggu. Nah bagi teman-teman yang memiliki pertanyaan yang sama, saya akan coba share bagaimana sebenarnya day to day life peserta ibadah haji di Arab. Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya sendiri dan apa yang sempat saya tulis semasa di tanah suci.
Karena saya masuk dalam gelombang I hampir akhir, maka saya ke madinah dulu, baru ke Mekkah. Namun demikian, bagi yang mengikuti gelombang II, saya rasa tidak terlalu banyak perbedaan karena saya menulis tentang kehidupan sehari-hari saja dan bukan membahas ibadahnya secara rinci.
Mudah-mudahan pengalaman saya ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang akan menunaikan ibadah haji di masa yang akan datang, sukur-sukur membawa perbaikan dalam pelaksanaannya yang menurut saya masih ada beberapa kekurangan di samping beberapa hal yang sudah saya anggap positif.
Salam hangat.
Diposting oleh
adhipraz
tanggal
Monday, December 29, 2008
2
komentar
Label: Haji